Budidaya Ayam Pejantan

Budidaya ayam pejantan, ayam pejantan adalah sejenis ayam petelur, tetapi bedanya, ayam pejantan merupakan ayam afkir atau limbah dari sortiran hasil produksi ayam petelur. Pada mulanya, ayam jenis petelur akan ditetaskan dan menjadi Day Old Chicken atau DOC. DOC merupakan ayam yang baru menetas dan umurnya baru satu hari.

DOC atau ayam yang baru berumur satu hari tersebut kemudian akan disortir dan dipisahkan menjadi jenis ayam petelur betina atau ayam pejantan atau dikenal pula sebagai ayam pedaging. Dulu, jenis ayam pejantan adalah afkir yang akan dimusnahkan, sebab ayam pejantan saat itu adalah ayam yang tidak dibudidayakan.

Namun saat ini, ayam ini justru dibesarkan dan dibudidayakan untuk diperjualbelikan. Ayam ini memiliki karakteristik khusus seperti dagingnya yang berisi, lebih padat, rendah lemak dan legit. Mesin pembuat pakan ayam.

Ayam pejantan adalah hasil dari ayam petelur yang memiliki jenis kelamin jantan, sehingga dinamakan sebagai pejantan. Selama di dalam peternakan, pejantan akan diberi kandang secara khusus, pakan yang khusus dan tambahan vitamin pula.

Biasanya, pejantan lebih cepat dipotong karena tidak menghasilkan telur. Jadi, umumnya pejantan akan dipanen ketika berusia dua hingga tiga bulan. Dari segi tekstur, ayam pejantan umumnya lebih kecil dari jenis ayam lain dan memiliki warna putih bersih.

Pejantan biasanya dipilih sebagai alternatif ayam kampung. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa pejantan sebenarnya adalah ayam afkir yang sebelumnya tidak diternak dan tidak dijual.

Pada tahun 1980 hingga tahun 1990, ayam afkir dari jenis ayam petelur sudah cukup populer di kalangan masyarakat. Budidaya ayam pejantan biasanya lebih singkat dibandingkan dengan budidaya ayam kampung.

Peternak hanya perlu memelihara ayam sekitar 7 hingga 8 minggu dengan bobot ayam 0,6 kg atau hingga 0,7 kg. Pejantan banyak dibudidayakan di wilayah Indonesia, khususnya di pulau Jawa.

 

Cara Budidaya Ayam Pejantan

Grameds yang ingin mulai beternak ayam pejantan mungkin ragu dan bertanya apakah sulit? Sebetulnya, beternak ayam pejantan tidak sulit terutama jika Grameds memelihara ayam pejantan sesuai dengan prosedur, sehingga ayam akan tumbuh dengan cepat serta sehat.

Bahkan, ayam pejantan lebih mudah dipelihara dibandingkan dengan jenis ayam broiler. Hal ini karena ayam pejantan lebih tahan pada suhu lingkungan serta kondisi lingkungan bila dibandingkan dengan ayam broiler. Dengan begitu, Grameds bisa mulai berbisnis ayam pejantan dan beternak dengan mudah tanpa perlu kesulitan.

Meskipun tidak sulit, tetapi grameds tetap perlu menyiapkan beberapa hal untuk memulai beternak ayam pejantan. Berikut beberapa hal yang perlu Grameds dipersiapkan untuk beternak ayam pejantan.

1. Kandang Ayam Pejantan

Sebelum mulai beternak, hal pertama yang harus Grameds persiapkan adalah kandang ayam pejantan. Kandang adalah hal yang penting untuk beternak ayam.

Untuk ayam pejantan, Grameds bisa menyiapkan kandang sekitar 9×12 meter persegi. Dengan luas kandang tersebut, maka Grameds bisa menampung kurang lebih sebanyak 1.500 ekor ayam pejantan. Apabila kandang dirasa terlalu besar, maka Grameds bisa menyesuaikan luas kandang dengan jumlah ayam yang ingin diternakan.

Selain memperhatikan luas kandang, Grameds juga perlu membersihkan kandang secara rutin. Tujuannya agar ayam tetap nyaman berada di dalam kandang serta tidak mudah terserang penyakit.

Kandang dapat dibersihkan dua hari sekali atau satu minggu sekali. Akan tetapi, lebih baik apabila kandang sudah terlihat kotor, maka segera dibersihkan. Grameds bisa membersihkan kandang dengan menyemprotkan disinfektan, sehingga kandang ayam akan terhindar dari kuman maupun penyakit.

2. Pakan Ayam Pejantan

Selain kandang, tentu yang tidak kalah penting adalah pakan untuk ayam pejantan. Pakan ayam pejantan sebenarnya hampir mirip dengan pakan ayam broiler. Grameds dapat memberikan voer atau konsentrat sebagai pakannya.

Untuk pakan ayam, Grameds bisa memberikan pakan sebanyak dua kali sehari atau tiga kali sehari. Usahakan untuk memberikan pakan yang mengandung nutrisi baik, agar ayam dapat tumbuh dengan cepat dan dapat memiliki daging yang padat dan cukup banyak.

Selain itu, jangan lupa juga untuk memberikan minum agar ayam tidak dehidrasi. Minuman untuk ayam, bisa Grameds sediakan di dalam kandang. Akan tetapi, minuman ayam harus selalu diganti agar minuman ayam tetap dalam keadaan bersih.

3. Mematok Harga Ayam Pejantan

Setelah Grameds merawat dan membesarkan ayam pejantan hingga mencapai berat badan tertentu, maka Grameds bisa mulai memasarkan ayam pejantan. Untuk harga dari ayam pejantan atau dagingnya biasanya lebih mahal dibandingkan dengan jenis ayam broiler atau ayam pedaging.

Kenapa harga ayam pejantan lebih mahal? Hal ini karena ayam pejantan memiliki daging yang lebih empuk dibandingkan dengan ayam kampung. Selain itu, daging dari ayam pejantan memiliki cita rasa khas, entah itu ketika diolah dengan cara digoreng ataupun dipanggang.

4. Menganalisa

Apabila tertarik, bagi Grameds yang masih pemula dalam hal beternak ayam pejantan, maka perlu melakukan analisa ayam lebih dulu. Beternak ayam pejantan sama seperti dengan beternak ayam kampung super atau Joper, sehingga Grameds tidak perlu khawatir untuk mulai beternak ayam pejantan.

5. Modal

Kunci agar beternak ayam pejantan berhasil adalah keuletan. Selain itu, modal yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar. Grameds bisa mulai dengan beternak 100 ekor lebih dulu untuk mengecek keberhasilan budidayanya.

Saat ini, masyarakat banyak yang mencari dan memilih daging ayam pejantan dibandingkan daging ayam yang lain. Maka dari itu, prospek bisnisnya pun cukup menjanjikan. Meskipun ayam pejantan dan ayam broiler hampir sama, tetapi ada perbedaan pada DOC pejantan dan broiler yang cukup signifikan.

Perbedaannya adalah pada masa panen. Ayam pejantan memiliki masa panen 60 hingga 70 hari sedangkan ayam broiler memiliki masa panen lebih pendek yaitu 35 hari panen saja.

Wah bagaimana, apakah Grameds sudah mulai tertarik untuk ternak ayam pejantan? Dari penjelasan di atas, tentu saja, Grameds tahu bahwa modal untuk ternak ayam pejantan tidak terlalu mahal karena sama dengan ayam jenis broiler.

Di sisi lain, masa panen lebih pendek dan cepat, artinya biaya perawatan juga tidak mahal. Dengan modal yang membuat ramah kantong, Grameds bisa meraup keuntungan lebih karena harga ayam pejantan lebih mahal dari jenis ayam lainnya.

Leave a Comment