Imbuan Bagi Wisatawan Masih Bisa Melihat Keindahan Ijen

Pascamengeluarkan gas beracun , pendakian Gunung Ijen di Jawa Timur ditutup sampai selagi yang belum ditentukan. Namun, wisatawan tetap amat safe untuk singgah ke Banyuwangi, apalagi tetap dapat menikmati keindahan Gunung Ijen.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta wisatawan untuk tak khawatir ke Banyuwangi. Sebab, fenomena yang dikira siklus tahunan ini telah ditangani oleh ahlinya, dan bukan merupakan perihal baru.

“Ijen tetap dapat dinikmati meski kami tidak kudu mendaki mendekat ke kawahnya. Wisatawan tetap dapat lihat Ijen berasal dari kawasan desa yang tersedia di kaki Gunung Ijen tour
Bupati Anas juga mengingatkan bahwa tetap banyak destinasi wisata yang tersedia di Banyuwangi, mulai berasal dari pantai, atraksi wisata, sampai wisata budaya.

“Bagi wisatawan, tetap banyak destinasi lain untuk dinikmati. Nikmati pula kuliner dan kekayaan seni-tradisi Banyuwangi mengatakan, wisatawan dapat dialihkan sampai menanti asap belerang mereda. “Dari BMKG, wisatawan tetap dapat ke Banyuwangi ke destinasi lainya.

Karena untuk wilayah Banyuwangi lainnya tetap lumayan safe dikunjungi
Selain Kawah Ijen yang ditutup berasal dari pendakian, wisatawan juga dihimbau menghindari aliran Sungai Banyupait di perkebunan Margahayu dan Watucapil, Bondowoso yang dikira membawa gas beracun berasal dari kawah. “Kita meminta fenomena alam ini dapat langsung berakhir, sebab ini sepertinya juga siklus tahunan Ijen. Selebihnya biar pihak yang berkompeten yang menangani,” kata Bupati Anas.

1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan/pendaki/penambang tidak diperbolehkan mendekati bibir kawah maupun mendekati dasar kawah yang tersedia di puncak Gunung Api Kawah Ijen serta tidak boleh menginap di dalam kawasan Gunung Api Kawah Ijen.

2. Masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak kudu panik bersama pemunculan fenomena timbulnya gas beracun, serta tidak mempercayai isu-isu tentang situasi di Gunung Ijen yang tidak mengerti sumbernya.

3. Masyarakat/pengunjung/wisatawan sehingga tetap ikuti wejangan berasal dari pengelola wisata G. Ijen (BKSDA).

4. Jika tercium bau gas sulfur/belerang yang menyengat/pekat, maka masyarakat/pengunjung/wisatawan sehingga pakai masker penutup alat pernafasan. Untuk jangka pendek/darurat dapat pakai kain basah sebagai penutup alat pernapasan (hidung/mulut).

 

Leave a Comment